Sabtu, 13 Juli 2013

Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA


Tulisan kali ini adalah sebuah kisah nyata atau cerita cinta yang benar-benar dialami oleh seseorang dan mengirimkan ceritanya kepada cerita cinta. Bila kamu ingin ikut berbagi cerita dengan cerita cinta, silahkan kirim cerita kamu disini...

Yuk langsung aja kita baca cerita kiriman dari seorang teman ini yang berjudul andai aku seorang kaya.

Nama ku Romi (bukan nama sebenarnya), aku adalah seorang yang telah berusia 24 tahun, dan kini aku cukup bahagia dengan seorang istri dan anak yang kumiliki. Awalnya kisah ku berjalan sangat indah. Tak ada yang membuatku merasa lebih bahagia daripada bersama mereka.

Hari-hari kulalui dengan mencari cara untuk membahagiakan mereka, memang aku bukan seorang yang serba berkecukupan, tapi dengan apa yang sudah kudapat aku sangat senang karena apa yang kulakukan disambut dengan senyum indah di wajah istriku. Namun, memang ini juga salahku, waktu ku lebih banyak kuhabiskan untuk mencari peluang, bahkan sering kali aku tidak pulang ke rumah karena harus terus mencari peluang dalam satu hari (24 jam) yang kujalani...

Akhirnya istri ku pun merasa bahwa apa yang kulakukan itu sia-sia!!!. Karena apa yang kudapat tidaklah seberapa. Memang kata-kata yang diucapkannya tidak langsung membahas masalah ini, tapi sering kali dia menyindir dengan kata-kata yang sedikit menyakiti hatiku.

Ketika itu aku pulang dari pekerjaanku yang hanya seorang pemimpi dan menjalankan karir di dunia yang kata orang tidak mungkin, aku pulang dalam keadaan lelah dan sudah bekerja lebih dari seharian. Memang aku tidak membawa seperpun uang di dompet ku yang bisa kuberikan untuk istri tercinta. Kata-katanya adalah "habisin aja uang itu terus!!!".

Aku tahu, istriku dulu adalah seorang berada, tapi kini keadannya berubah semenjak nikah denganku. Aku hanya bisa berharap, apa yang kulakukan ini adalah benar, karena aku hanya ingin membuat mereka bahagia. Setiap kali aku bekerja, aku selalu mengingat mereka untuk mengembalikan semangat ku.

Tapi jujur, hati ku kini benar-benar perih....dan sangat perih, ketika aku sedang ingin pergi mencari peluang yang selalu menjadi mimpiku. Aku sempat bertengkar kecil dengannya. Salahku juga, karena aku bersikap egois, tapi mataku seakan ingin menangis ketika mendengar "sudah ngabisin banyak uang, masih aja!!!!!"...katanya kepadaku dengan wajah yang terlihat benci, ketika aku sedang bersemangatnya ingin kembali bangkit dari ke putus asaan yang kurasakan. Aku tahu apa maksudnya, ia mungkin ingin memperjelas apa yang telah kulakukan selama ini hanyalah sebuah kebodohan belaka!!! dan hanya sebuah khayalan belaka!!!.

Apa istri ku sudah bosan dengan keadaan seperti ini, dan ditambah lagi seringkali dia melihat teman atau saudaranya menikmati hari dengan bahagia dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sementara dia hanya diam dan tak bisa berkata ketika teman-temannya menunjukkan kekayaan mereka.

Aku berkata dalam hati "andai aku adalah seorang yang kaya". Aku pastikan memenuhi semua yang mereka minta...semuanya. Sekarang aku hanya bisa memberikan sebuah harapan, tapi aku rela melakukan apa saja saat ini untuk membuatnya tersenyum, apapun...bahkan aku rela menukar hidupku ini untuk mereka jika Yang maha kuasa tak juga memberiku sebuah jalan, asal mereka tersenyum dengan kepergianku.

Maafkan aku yang tak sempurna, dan maafkan aku yang tak seperti yang kamu inginkan. Jika aku harus pergi, maka aku akan pergi asalkan kamu bahagia. Tapi aku akan selalu memberikan segenap cinta yang kumiliki ini untuk seorang yang paling kusayangi, yaitu kamu..
Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA


Tulisan kali ini adalah sebuah kisah nyata atau cerita cinta yang benar-benar dialami oleh seseorang dan mengirimkan ceritanya kepada cerita cinta. Bila kamu ingin ikut berbagi cerita dengan cerita cinta, silahkan kirim cerita kamu disini...

Yuk langsung aja kita baca cerita kiriman dari seorang teman ini yang berjudul andai aku seorang kaya.

Nama ku Romi (bukan nama sebenarnya), aku adalah seorang yang telah berusia 24 tahun, dan kini aku cukup bahagia dengan seorang istri dan anak yang kumiliki. Awalnya kisah ku berjalan sangat indah. Tak ada yang membuatku merasa lebih bahagia daripada bersama mereka.

Hari-hari kulalui dengan mencari cara untuk membahagiakan mereka, memang aku bukan seorang yang serba berkecukupan, tapi dengan apa yang sudah kudapat aku sangat senang karena apa yang kulakukan disambut dengan senyum indah di wajah istriku. Namun, memang ini juga salahku, waktu ku lebih banyak kuhabiskan untuk mencari peluang, bahkan sering kali aku tidak pulang ke rumah karena harus terus mencari peluang dalam satu hari (24 jam) yang kujalani...

Akhirnya istri ku pun merasa bahwa apa yang kulakukan itu sia-sia!!!. Karena apa yang kudapat tidaklah seberapa. Memang kata-kata yang diucapkannya tidak langsung membahas masalah ini, tapi sering kali dia menyindir dengan kata-kata yang sedikit menyakiti hatiku.

Ketika itu aku pulang dari pekerjaanku yang hanya seorang pemimpi dan menjalankan karir di dunia yang kata orang tidak mungkin, aku pulang dalam keadaan lelah dan sudah bekerja lebih dari seharian. Memang aku tidak membawa seperpun uang di dompet ku yang bisa kuberikan untuk istri tercinta. Kata-katanya adalah "habisin aja uang itu terus!!!".

Aku tahu, istriku dulu adalah seorang berada, tapi kini keadannya berubah semenjak nikah denganku. Aku hanya bisa berharap, apa yang kulakukan ini adalah benar, karena aku hanya ingin membuat mereka bahagia. Setiap kali aku bekerja, aku selalu mengingat mereka untuk mengembalikan semangat ku.

Tapi jujur, hati ku kini benar-benar perih....dan sangat perih, ketika aku sedang ingin pergi mencari peluang yang selalu menjadi mimpiku. Aku sempat bertengkar kecil dengannya. Salahku juga, karena aku bersikap egois, tapi mataku seakan ingin menangis ketika mendengar "sudah ngabisin banyak uang, masih aja!!!!!"...katanya kepadaku dengan wajah yang terlihat benci, ketika aku sedang bersemangatnya ingin kembali bangkit dari ke putus asaan yang kurasakan. Aku tahu apa maksudnya, ia mungkin ingin memperjelas apa yang telah kulakukan selama ini hanyalah sebuah kebodohan belaka!!! dan hanya sebuah khayalan belaka!!!.

Apa istri ku sudah bosan dengan keadaan seperti ini, dan ditambah lagi seringkali dia melihat teman atau saudaranya menikmati hari dengan bahagia dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sementara dia hanya diam dan tak bisa berkata ketika teman-temannya menunjukkan kekayaan mereka.

Aku berkata dalam hati "andai aku adalah seorang yang kaya". Aku pastikan memenuhi semua yang mereka minta...semuanya. Sekarang aku hanya bisa memberikan sebuah harapan, tapi aku rela melakukan apa saja saat ini untuk membuatnya tersenyum, apapun...bahkan aku rela menukar hidupku ini untuk mereka jika Yang maha kuasa tak juga memberiku sebuah jalan, asal mereka tersenyum dengan kepergianku.

Maafkan aku yang tak sempurna, dan maafkan aku yang tak seperti yang kamu inginkan. Jika aku harus pergi, maka aku akan pergi asalkan kamu bahagia. Tapi aku akan selalu memberikan segenap cinta yang kumiliki ini untuk seorang yang paling kusayangi, yaitu kamu... - See more at: http://onkkyfhian10462.blogspot.com/2013/04/sebuah-kisah-nyata-tentang-perjuangan.html#sthash.CxMPSOrm.dpuf
Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA


Tulisan kali ini adalah sebuah kisah nyata atau cerita cinta yang benar-benar dialami oleh seseorang dan mengirimkan ceritanya kepada cerita cinta. Bila kamu ingin ikut berbagi cerita dengan cerita cinta, silahkan kirim cerita kamu disini...

Yuk langsung aja kita baca cerita kiriman dari seorang teman ini yang berjudul andai aku seorang kaya.

Nama ku Romi (bukan nama sebenarnya), aku adalah seorang yang telah berusia 24 tahun, dan kini aku cukup bahagia dengan seorang istri dan anak yang kumiliki. Awalnya kisah ku berjalan sangat indah. Tak ada yang membuatku merasa lebih bahagia daripada bersama mereka.

Hari-hari kulalui dengan mencari cara untuk membahagiakan mereka, memang aku bukan seorang yang serba berkecukupan, tapi dengan apa yang sudah kudapat aku sangat senang karena apa yang kulakukan disambut dengan senyum indah di wajah istriku. Namun, memang ini juga salahku, waktu ku lebih banyak kuhabiskan untuk mencari peluang, bahkan sering kali aku tidak pulang ke rumah karena harus terus mencari peluang dalam satu hari (24 jam) yang kujalani...

Akhirnya istri ku pun merasa bahwa apa yang kulakukan itu sia-sia!!!. Karena apa yang kudapat tidaklah seberapa. Memang kata-kata yang diucapkannya tidak langsung membahas masalah ini, tapi sering kali dia menyindir dengan kata-kata yang sedikit menyakiti hatiku.

Ketika itu aku pulang dari pekerjaanku yang hanya seorang pemimpi dan menjalankan karir di dunia yang kata orang tidak mungkin, aku pulang dalam keadaan lelah dan sudah bekerja lebih dari seharian. Memang aku tidak membawa seperpun uang di dompet ku yang bisa kuberikan untuk istri tercinta. Kata-katanya adalah "habisin aja uang itu terus!!!".

Aku tahu, istriku dulu adalah seorang berada, tapi kini keadannya berubah semenjak nikah denganku. Aku hanya bisa berharap, apa yang kulakukan ini adalah benar, karena aku hanya ingin membuat mereka bahagia. Setiap kali aku bekerja, aku selalu mengingat mereka untuk mengembalikan semangat ku.

Tapi jujur, hati ku kini benar-benar perih....dan sangat perih, ketika aku sedang ingin pergi mencari peluang yang selalu menjadi mimpiku. Aku sempat bertengkar kecil dengannya. Salahku juga, karena aku bersikap egois, tapi mataku seakan ingin menangis ketika mendengar "sudah ngabisin banyak uang, masih aja!!!!!"...katanya kepadaku dengan wajah yang terlihat benci, ketika aku sedang bersemangatnya ingin kembali bangkit dari ke putus asaan yang kurasakan. Aku tahu apa maksudnya, ia mungkin ingin memperjelas apa yang telah kulakukan selama ini hanyalah sebuah kebodohan belaka!!! dan hanya sebuah khayalan belaka!!!.

Apa istri ku sudah bosan dengan keadaan seperti ini, dan ditambah lagi seringkali dia melihat teman atau saudaranya menikmati hari dengan bahagia dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sementara dia hanya diam dan tak bisa berkata ketika teman-temannya menunjukkan kekayaan mereka.

Aku berkata dalam hati "andai aku adalah seorang yang kaya". Aku pastikan memenuhi semua yang mereka minta...semuanya. Sekarang aku hanya bisa memberikan sebuah harapan, tapi aku rela melakukan apa saja saat ini untuk membuatnya tersenyum, apapun...bahkan aku rela menukar hidupku ini untuk mereka jika Yang maha kuasa tak juga memberiku sebuah jalan, asal mereka tersenyum dengan kepergianku.

Maafkan aku yang tak sempurna, dan maafkan aku yang tak seperti yang kamu inginkan. Jika aku harus pergi, maka aku akan pergi asalkan kamu bahagia. Tapi aku akan selalu memberikan segenap cinta yang kumiliki ini untuk seorang yang paling kusayangi, yaitu kamu... - See more at: http://onkkyfhian10462.blogspot.com/2013/04/sebuah-kisah-nyata-tentang-perjuangan.html#sthash.CxMPSOrm.dpuf
Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA


Tulisan kali ini adalah sebuah kisah nyata atau cerita cinta yang benar-benar dialami oleh seseorang dan mengirimkan ceritanya kepada cerita cinta. Bila kamu ingin ikut berbagi cerita dengan cerita cinta, silahkan kirim cerita kamu disini...

Yuk langsung aja kita baca cerita kiriman dari seorang teman ini yang berjudul andai aku seorang kaya.

Nama ku Romi (bukan nama sebenarnya), aku adalah seorang yang telah berusia 24 tahun, dan kini aku cukup bahagia dengan seorang istri dan anak yang kumiliki. Awalnya kisah ku berjalan sangat indah. Tak ada yang membuatku merasa lebih bahagia daripada bersama mereka.

Hari-hari kulalui dengan mencari cara untuk membahagiakan mereka, memang aku bukan seorang yang serba berkecukupan, tapi dengan apa yang sudah kudapat aku sangat senang karena apa yang kulakukan disambut dengan senyum indah di wajah istriku. Namun, memang ini juga salahku, waktu ku lebih banyak kuhabiskan untuk mencari peluang, bahkan sering kali aku tidak pulang ke rumah karena harus terus mencari peluang dalam satu hari (24 jam) yang kujalani...

Akhirnya istri ku pun merasa bahwa apa yang kulakukan itu sia-sia!!!. Karena apa yang kudapat tidaklah seberapa. Memang kata-kata yang diucapkannya tidak langsung membahas masalah ini, tapi sering kali dia menyindir dengan kata-kata yang sedikit menyakiti hatiku.

Ketika itu aku pulang dari pekerjaanku yang hanya seorang pemimpi dan menjalankan karir di dunia yang kata orang tidak mungkin, aku pulang dalam keadaan lelah dan sudah bekerja lebih dari seharian. Memang aku tidak membawa seperpun uang di dompet ku yang bisa kuberikan untuk istri tercinta. Kata-katanya adalah "habisin aja uang itu terus!!!".

Aku tahu, istriku dulu adalah seorang berada, tapi kini keadannya berubah semenjak nikah denganku. Aku hanya bisa berharap, apa yang kulakukan ini adalah benar, karena aku hanya ingin membuat mereka bahagia. Setiap kali aku bekerja, aku selalu mengingat mereka untuk mengembalikan semangat ku.

Tapi jujur, hati ku kini benar-benar perih....dan sangat perih, ketika aku sedang ingin pergi mencari peluang yang selalu menjadi mimpiku. Aku sempat bertengkar kecil dengannya. Salahku juga, karena aku bersikap egois, tapi mataku seakan ingin menangis ketika mendengar "sudah ngabisin banyak uang, masih aja!!!!!"...katanya kepadaku dengan wajah yang terlihat benci, ketika aku sedang bersemangatnya ingin kembali bangkit dari ke putus asaan yang kurasakan. Aku tahu apa maksudnya, ia mungkin ingin memperjelas apa yang telah kulakukan selama ini hanyalah sebuah kebodohan belaka!!! dan hanya sebuah khayalan belaka!!!.

Apa istri ku sudah bosan dengan keadaan seperti ini, dan ditambah lagi seringkali dia melihat teman atau saudaranya menikmati hari dengan bahagia dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sementara dia hanya diam dan tak bisa berkata ketika teman-temannya menunjukkan kekayaan mereka.

Aku berkata dalam hati "andai aku adalah seorang yang kaya". Aku pastikan memenuhi semua yang mereka minta...semuanya. Sekarang aku hanya bisa memberikan sebuah harapan, tapi aku rela melakukan apa saja saat ini untuk membuatnya tersenyum, apapun...bahkan aku rela menukar hidupku ini untuk mereka jika Yang maha kuasa tak juga memberiku sebuah jalan, asal mereka tersenyum dengan kepergianku.

Maafkan aku yang tak sempurna, dan maafkan aku yang tak seperti yang kamu inginkan. Jika aku harus pergi, maka aku akan pergi asalkan kamu bahagia. Tapi aku akan selalu memberikan segenap cinta yang kumiliki ini untuk seorang yang paling kusayangi, yaitu kamu... - See more at: http://onkkyfhian10462.blogspot.com/2013/04/sebuah-kisah-nyata-tentang-perjuangan.html#sthash.CxMPSOrm.dpuf
Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA


Tulisan kali ini adalah sebuah kisah nyata atau cerita cinta yang benar-benar dialami oleh seseorang dan mengirimkan ceritanya kepada cerita cinta. Bila kamu ingin ikut berbagi cerita dengan cerita cinta, silahkan kirim cerita kamu disini...

Yuk langsung aja kita baca cerita kiriman dari seorang teman ini yang berjudul andai aku seorang kaya.

Nama ku Romi (bukan nama sebenarnya), aku adalah seorang yang telah berusia 24 tahun, dan kini aku cukup bahagia dengan seorang istri dan anak yang kumiliki. Awalnya kisah ku berjalan sangat indah. Tak ada yang membuatku merasa lebih bahagia daripada bersama mereka.

Hari-hari kulalui dengan mencari cara untuk membahagiakan mereka, memang aku bukan seorang yang serba berkecukupan, tapi dengan apa yang sudah kudapat aku sangat senang karena apa yang kulakukan disambut dengan senyum indah di wajah istriku. Namun, memang ini juga salahku, waktu ku lebih banyak kuhabiskan untuk mencari peluang, bahkan sering kali aku tidak pulang ke rumah karena harus terus mencari peluang dalam satu hari (24 jam) yang kujalani...

Akhirnya istri ku pun merasa bahwa apa yang kulakukan itu sia-sia!!!. Karena apa yang kudapat tidaklah seberapa. Memang kata-kata yang diucapkannya tidak langsung membahas masalah ini, tapi sering kali dia menyindir dengan kata-kata yang sedikit menyakiti hatiku.

Ketika itu aku pulang dari pekerjaanku yang hanya seorang pemimpi dan menjalankan karir di dunia yang kata orang tidak mungkin, aku pulang dalam keadaan lelah dan sudah bekerja lebih dari seharian. Memang aku tidak membawa seperpun uang di dompet ku yang bisa kuberikan untuk istri tercinta. Kata-katanya adalah "habisin aja uang itu terus!!!".

Aku tahu, istriku dulu adalah seorang berada, tapi kini keadannya berubah semenjak nikah denganku. Aku hanya bisa berharap, apa yang kulakukan ini adalah benar, karena aku hanya ingin membuat mereka bahagia. Setiap kali aku bekerja, aku selalu mengingat mereka untuk mengembalikan semangat ku.

Tapi jujur, hati ku kini benar-benar perih....dan sangat perih, ketika aku sedang ingin pergi mencari peluang yang selalu menjadi mimpiku. Aku sempat bertengkar kecil dengannya. Salahku juga, karena aku bersikap egois, tapi mataku seakan ingin menangis ketika mendengar "sudah ngabisin banyak uang, masih aja!!!!!"...katanya kepadaku dengan wajah yang terlihat benci, ketika aku sedang bersemangatnya ingin kembali bangkit dari ke putus asaan yang kurasakan. Aku tahu apa maksudnya, ia mungkin ingin memperjelas apa yang telah kulakukan selama ini hanyalah sebuah kebodohan belaka!!! dan hanya sebuah khayalan belaka!!!.

Apa istri ku sudah bosan dengan keadaan seperti ini, dan ditambah lagi seringkali dia melihat teman atau saudaranya menikmati hari dengan bahagia dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sementara dia hanya diam dan tak bisa berkata ketika teman-temannya menunjukkan kekayaan mereka.

Aku berkata dalam hati "andai aku adalah seorang yang kaya". Aku pastikan memenuhi semua yang mereka minta...semuanya. Sekarang aku hanya bisa memberikan sebuah harapan, tapi aku rela melakukan apa saja saat ini untuk membuatnya tersenyum, apapun...bahkan aku rela menukar hidupku ini untuk mereka jika Yang maha kuasa tak juga memberiku sebuah jalan, asal mereka tersenyum dengan kepergianku.

Maafkan aku yang tak sempurna, dan maafkan aku yang tak seperti yang kamu inginkan. Jika aku harus pergi, maka aku akan pergi asalkan kamu bahagia. Tapi aku akan selalu memberikan segenap cinta yang kumiliki ini untuk seorang yang paling kusayangi, yaitu kamu... - See more at: http://onkkyfhian10462.blogspot.com/2013/04/sebuah-kisah-nyata-tentang-perjuangan.html#sthash.CxMPSOrm.dpuf
Sebuah Kisah Nyata Tentang Perjuangan CINTA


Tulisan kali ini adalah sebuah kisah nyata atau cerita cinta yang benar-benar dialami oleh seseorang dan mengirimkan ceritanya kepada cerita cinta. Bila kamu ingin ikut berbagi cerita dengan cerita cinta, silahkan kirim cerita kamu disini...

Yuk langsung aja kita baca cerita kiriman dari seorang teman ini yang berjudul andai aku seorang kaya.

Nama ku Romi (bukan nama sebenarnya), aku adalah seorang yang telah berusia 24 tahun, dan kini aku cukup bahagia dengan seorang istri dan anak yang kumiliki. Awalnya kisah ku berjalan sangat indah. Tak ada yang membuatku merasa lebih bahagia daripada bersama mereka.

Hari-hari kulalui dengan mencari cara untuk membahagiakan mereka, memang aku bukan seorang yang serba berkecukupan, tapi dengan apa yang sudah kudapat aku sangat senang karena apa yang kulakukan disambut dengan senyum indah di wajah istriku. Namun, memang ini juga salahku, waktu ku lebih banyak kuhabiskan untuk mencari peluang, bahkan sering kali aku tidak pulang ke rumah karena harus terus mencari peluang dalam satu hari (24 jam) yang kujalani...

Akhirnya istri ku pun merasa bahwa apa yang kulakukan itu sia-sia!!!. Karena apa yang kudapat tidaklah seberapa. Memang kata-kata yang diucapkannya tidak langsung membahas masalah ini, tapi sering kali dia menyindir dengan kata-kata yang sedikit menyakiti hatiku.

Ketika itu aku pulang dari pekerjaanku yang hanya seorang pemimpi dan menjalankan karir di dunia yang kata orang tidak mungkin, aku pulang dalam keadaan lelah dan sudah bekerja lebih dari seharian. Memang aku tidak membawa seperpun uang di dompet ku yang bisa kuberikan untuk istri tercinta. Kata-katanya adalah "habisin aja uang itu terus!!!".

Aku tahu, istriku dulu adalah seorang berada, tapi kini keadannya berubah semenjak nikah denganku. Aku hanya bisa berharap, apa yang kulakukan ini adalah benar, karena aku hanya ingin membuat mereka bahagia. Setiap kali aku bekerja, aku selalu mengingat mereka untuk mengembalikan semangat ku.

Tapi jujur, hati ku kini benar-benar perih....dan sangat perih, ketika aku sedang ingin pergi mencari peluang yang selalu menjadi mimpiku. Aku sempat bertengkar kecil dengannya. Salahku juga, karena aku bersikap egois, tapi mataku seakan ingin menangis ketika mendengar "sudah ngabisin banyak uang, masih aja!!!!!"...katanya kepadaku dengan wajah yang terlihat benci, ketika aku sedang bersemangatnya ingin kembali bangkit dari ke putus asaan yang kurasakan. Aku tahu apa maksudnya, ia mungkin ingin memperjelas apa yang telah kulakukan selama ini hanyalah sebuah kebodohan belaka!!! dan hanya sebuah khayalan belaka!!!.

Apa istri ku sudah bosan dengan keadaan seperti ini, dan ditambah lagi seringkali dia melihat teman atau saudaranya menikmati hari dengan bahagia dan bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sementara dia hanya diam dan tak bisa berkata ketika teman-temannya menunjukkan kekayaan mereka.

Aku berkata dalam hati "andai aku adalah seorang yang kaya". Aku pastikan memenuhi semua yang mereka minta...semuanya. Sekarang aku hanya bisa memberikan sebuah harapan, tapi aku rela melakukan apa saja saat ini untuk membuatnya tersenyum, apapun...bahkan aku rela menukar hidupku ini untuk mereka jika Yang maha kuasa tak juga memberiku sebuah jalan, asal mereka tersenyum dengan kepergianku.

Maafkan aku yang tak sempurna, dan maafkan aku yang tak seperti yang kamu inginkan. Jika aku harus pergi, maka aku akan pergi asalkan kamu bahagia. Tapi aku akan selalu memberikan segenap cinta yang kumiliki ini untuk seorang yang paling kusayangi, yaitu kamu... - See more at: http://onkkyfhian10462.blogspot.com/2013/04/sebuah-kisah-nyata-tentang-perjuangan.html#sthash.CxMPSOrm.dpuf

Mitos Cinta dan Faktanya.

Mitos Cinta dan Faktanya.

Mitos Cinta dan Faktanya. Beberapa mitos tentang cinta dibawah ini mungkin sering Anda dengar sebelumnya dan/atau bahkan belum Anda dengar sekalipun.
Beragai mitos tentang cinta telah beredar selama berabad-abad. Namun tak semua mitos tersebut benar. Berikut beberapa mitos yang ada serta faktanya.

Mitos : Cinta saja sudah cukup sebagai dasar berhubungan
Fakta : Dalam memilih pasangan, banyak orang yang mengedepankan perasaan cinta yang menggebu-gebu. Hal itu tidak salah, namun saat ingin menjalin hubungan yang lebih serius misalnya pernikahan, sekadar perasaan cinta yang menggebu saja tidak cukup. Layaknya tanaman, cinta pun membutuhkan nutrisi untuk menjaganya tetap hidup.
epercayaan, toleransi, intimasi serta komitmen adalah nutrisi utama bagi perasaan cinta. Jika Anda hanya merasakan cinta, tanpa diikuti oleh nutrisinya, maka dapat dipastikan, perasaan itu tak akan bertahan lama.

Mitos : Cinta tak perlu dipelajari
Fakta : Cinta juga perlu dipelajari. Jika Anda menganggap cinta saja sudah cukup, maka secara otomatis Anda dan pasangan tak akan pernah belajar untukberkomunikasi dan menyelesaikan masalah. padahal, sebesar apapun cinta Anda, kerikil dalam hubungan tak akan bisa dihindari.
Namun ketika badai dahsyat yang menguji cinta Anda bisa dilewati, maka ikatan Anda dan pasangan makin kuat. Oleh karena itu, jangan jadikan perasaan cinta Anda alasan untuk berhenti belajar dan mengenal pasangan lebih dalam.

Mitos : Pasangan tak akan berubah sampai kapanpun
Fakta : Setiap orang akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dulu si dia sering menulis puisi bagi Anda, namun kini, SMS romantis pun tak pernah ada.
Anda tak bisa menahan perubahan tersebut. Yang bisa Anda lakukan adalah menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada maka Anda akan berbahagia. Lagipula, apakah cinta si dia hanya bisa dibuktikan lewat puisi-puisinya saja?

Mitos : Pasangan sempurna akan membuat Anda bahagia
Fakta : Tak ada seorangpun yang sempurna. Seperti kata pepatah, jangan menghabiskan waktu Anda untuk mencari orang yang sempurna.
Tapi carilah seseorang yang bisa menyempurnakan kehidupan Anda. Si dia mungkin tak seganteng Brad Pitt, tak sekaya Donald Trump dan rambutnya tak setebal Sharuk Khan. Tapi kesabarannya dapat membuat hati Anda tenang setiap saat. Itulah pasangan yang ‘sempurna’.

Mitos : Pernikahan adalah prestasi
Fakta : Jangan pernah terganggu dengan status sahabat yang sudah menikah. Menikah bukan prestasi. Memiliki suami bukan berarti Anda memiliki kelebihan dari wanita lain. Ketimbang putus asa karena status single, lebih baik buka pikiran Anda menjadi lebih positif.
Aura dan emosi positif justru akan membuat Anda semakin menarik. Dan jika saatnya tepat, seorang ‘pangeran’ akan datang dan meminang Anda.